Membangun Team Work dengan Kritik

Dikritik? Siapa takut! Sedikit yang perlu diingatkan kembali bahwa persepsi kita terhadap kritik akan lebih baik jika kita menanamkannya di dalam hati bahwa kritik itu penting. Ada sepenggal pertanyaan, apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar perkataan, ‘Saya ingin mengritik Anda!’

Mari melihat sekeliling kita. Sudah menjadi suatu kebiasaan jika seseorang mendapat kritikan maka dia akan bereaksi negatif. Sulit sekali bagi seseorang menerima perlakuan seperti itu walaupun hanyalah sebuah kritikan.

Memang terlepas dari siapa yang mengritik dan siapa yang dikritik, satu yang sering dialami adalah kebanyakan orang akan jauh lebih mudah mengutarakan kritikan. Tetapi saat giliran menerima kritikan, sudah pasti reaksi perasaan jadi kesal, sebal dan sebagainya. Karena, biasanya kritikan akan terasa pedas saat didengar. Namun, ada satu nasihat, jangan kita sampai terbawa emosi. Sebaiknya pikirkan kritikan sebagai sisi baik untuk memotivasi diri untuk lebih maju. Selayaknya memang kita harus bisa memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi dan rindu dinasehati, seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu bagus. Kritik adalah kunci kesuksesan dan kemajuan, kritik akan membuka prestasi, derajat dan kedudukan yang lebih baik.

Dan, yang cukup penting adalah persiapkan diri untuk menerima kenyataan bahwa koreksi itu tidak selalu harus sesuai dengan keinginan kita. Ada kalanya isinya benar, tapi caranya yang salah. Tidak ada yang rugi dengan koreksi. Jadi kalau ada yang mengritik, usahakanlah untuk tidak berkomentar. Belajarlah untuk diam dan menjadi pendengar yang baik. Cobalah perhatikan setiap kritikan yang ditujukan untuk kita. Pahami seluruh makna yang terkandung dalam kritik tersebut. Jangan pernah memotong pembicaran saat orang lain mengritik. Dengarkan baik-baik hingga dia selesai dengan semua kritikannya.

Tak kalah pentingnya adalah evaluasi diri. Jujurlah kepada diri sendiri ketika menerima kritik. Jangan sibuk menyalahkan pengritik, atau mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain. Tidak ada salahnya kita teliti dan evaluasi (introspeksi diri) tentang kebenaran dari kritikan tersebut. Apabila ternyata tidak benar, jangan menanggapinya dengan emosi, kebencian ataupun dendam. Namun, jika kritikan itu mengandung kebenaran, jadikan kritik tersebut sebagai alat untuk mengoreksi dan memperbaiki diri.

Meski kita mendapat kritikan yang pedas, sebaiknya tetaplah jaga sikap, kebiasaan dan perilaku baik. Dengan begitu kita akan mampu menjawab kritikan dengan tindakan nyata. Sebaiknya jangan beranggapan bahwa krtitik yang dilontarkan pada Anda sebagai usaha penyerangan terhadap diri Anda pribadi. Tidak semua kritikan bermaksud menjatuhkan. Biasanya kritik justru bersifat membangun. Kritik dapat mengungkapkan hal-hal yang tersembunyi dari kelemahan kita. Hal ini tentu diperlukan untuk kemajuan profesionalisme kita. Ambil hikmahnya bahwa orang lain care pada kita. Mari menikmati kritik.

“Kritik adalah kunci kesuksesan dan kemajuan. Kritik akan membuka prestasi, derajat dan kedudukan yang lebih baik.”

Source :  http://www.p2kp.org/wartadetil.asp?mid=5198&catid=2&

Posted in Articles.